Olive House

Mengapa Masih Lapar Setelah Makan?

Mengapa Masih Lapar Setelah Makan?

Sering lapar setelah makan terjadi karena makan terlalu cepat, sehingga otak belum menerima sinyal kenyang dari lambung. Kurangnya protein dan serat dalam makanan juga membuat rasa kenyang cepat hilang, Porsi makan yang tidak seimbang. di mana energi yang masuk tidak sesuai kebutuhan tubuh kita, yang bisa memicu lapar lebih cepat.

Selain itu, kurang tidur berpengaruh pada hormon: ghrelin (pemicu lapar) meningkat, sementara leptin (pengatur kenyang) menurun. Stres juga berperan besar, karena hormon kortisol yang tinggi memicu craving terhadap makanan manis atau berlemak. Faktor lain seperti pengaruh obat, kondisi medis (misalnya diabetes atau gangguan tiroid), serta pola makan tidak teratur.

Dampak Lapar Berlebihan

Berat badan yang terus naik meski sudah berusaha mengontrol pola makan,tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak. Hal ini sering terjadi ketika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang Dibakar, Akibatnya, lemak perut menumpuk. Lemak diarea perut dikenal berisiko tinggi karena berkaitan langsung dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya. Selain dampak fisik, kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental. Stres dan rasa lapar saling berhubungan. Ketika stres meningkat, hormon kortisol memicu nafsu makan berlebih, terutama terhadap makanan manis atau juga berlemak. Sebaliknya, pola makan yang tidak sehat dapat memperburuk suasana hati dan membuat stres semakin sulit dikendalikan.

Berat badan yang terus naik meski sudah berusaha mengontrol pola makan,tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak. Hal ini sering terjadi ketika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang Dibakar, Akibatnya, lemak perut menumpuk. Lemak diarea perut dikenal berisiko tinggi karena berkaitan langsung dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya.

Selain dampak fisik, kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental. Stres dan rasa lapar saling berhubungan. Ketika stres meningkat, hormon kortisol memicu nafsu makan berlebih, terutama terhadap makanan manis atau juga berlemak. Sebaliknya, pola makan yang tidak sehat dapat memperburuk suasana hati dan membuat stres semakin sulit dikendalikan.

Cara Mengatasinya

Cara Mengatasinya

Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan menghindari rasa lapar berlebihan, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, biasakan untuk makan perlahan agar otak  kita punya waktu menerima sinyal kenyang dari pada lambung. Perbanyak asupan protein dan serat dari ikan, telur, kacang-kacangan, sayur, dan buah membantu rasa kenyang bertahan lama. 

Ketiga, tidur cukup 7–8 jam per malam sangat penting untuk menyeimbangkan hormon lapar dan kenyang. Keempat, kelola stres dengan olahraga, meditasi, atau aktivitas menyenangkan, karena stres bisa memicu craving makanan manis. Makan secara teratur tubuh terbiasa pola sehat dan sinyal lapar-kenyang stabil, tambahkan nutrisi alami seperti minyak zaitun. 

Misalnya Olivie Plus 30x kaya antioksidan dan lemak sehat, Minyak zaitun membantu menjaga kadar gula darah, craving.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top